jump to navigation

Bulan Pertama Berada di Negeri Keju 02/02/2009

Posted by deapy in perjalanan.
trackback

schiphol6

…..Prepare for landing……please fasten your seat belt…..

……Ladies and Gentlemen welcome to Amsterdam. The weather outside now is …….the different time between Jakarta and Amsterdam is ……. …………

Pasti deh kata-kata itu yang pertama kita dengar semasih dalam pesawat. Dan yang pasti buat yang pertama ke sini jantung langsung deg-degan. Baru pertama kali nya ke sini dan engga tau harus ngapain selain study atau bekerja.

Begitu kluar pasti udah ada yang jemput, entah teman kalian atau pun saudara yang sudah menunggu.
Buat kalian yang datangnya pas summer sih enak banget! Meskipun engga sepanas Indonesia, at least suhu udaranya engga turun drastis kan? Hmmm kalau pas datang nya di musim winter? Jangan ditanya lagi deh, ya seperti saya ini hehehehehe.

Hmmmm kayaknya buat semua orang sama deh. Pertama kali saat kaki kita menginjakkan negeri kincir angin ini pastinya seneng banget apa lagi buat para pelajar yang pergi jauh dari orang tuanya, pastinya beberapa persen dari mereka merasa free banget untuk mendapatkan semua yang mereka inginkan di sini secara di sini selain keu, klompen dan kincir anginnya semuanya serba legal. Tapi buat aku menginjakan kakiku di negri kincir angin ini adalah hal yang diharuskan, dikarenakan orang tuaku emang berdomisili Den Haag sini.

kaas5 nederlandse_klompen4windmolen5

Pertama kali aku sampai di sini waktu itu bulan desember 1999 dan suhu di sini pun lagi dingin-dinginnya. Kebayang engga sih? Aku yang asli nya dari Lampung, yang panasnya melebihi Jakarta tiba-tiba langsung pindah ke negri yang dingin ini? Ya pastinya saat itu aku engga betah banget disini. Semua badan sakit banget rasanya karna menahan dingin. Muka, kuping dan tangan rasanya sudah membeku. Tapi untung nya dua bulan pertama aku masih belum harus ke sekolah, jadi masih diam di rumah dan engga ke mana-mana.

Sepi banget rasanya sendirian di rumah saat itu. Secara aku anak tunggal dan orang tua sibuk bekerja. Sempet engga betah tinggal di sini karena mau ke mana mana bingung, secara di Lampung aja engga se-sepi di negeri ini.

Tapi untungnya saat aku diajak muter-muter sama mama dan papa di Den Haag, aku menemukan betapa banyak nya orang Indonesia berdomisili di kota ini. Dan di situlah aku berpikir bahwa aku yang pastinya engga akan ngerasa kesepian banget.

Hanya, tidak semua orang Indonesia di sini masih mengikuti adat timur loh hehehehe. Mereka yang biasanya sudah lama tinggal di Belanda sini, terkadang suka sombong, suka lupa dari mana asal mereka. Hal itu yang suka bikin menjijikkan. Kenapa sih? Toh kita sama-sama dari Indonesia, meskipun bukan dari satu pulau. Kalau aku lihat-lihat, kebanyakan dari mereka yang bekerja di sini hanya bergaul dengan orang-orang Indonesia yang datang dari satu pulau atau kota. Misalkan saja orang Jawa ya sama orang Jawa. Sumatra ya sama Sumatra. Sumpah! Jijik kan ngeliatnya?! Namanya juga Indonesia satu nusa satu bangsa, kenapa kok jadi begini ya? Ya engga apa-apa sih, itu sih urusan mereka.

Setelah sebulan melihat kehidupan negeri orang ini, meskipun bukan negeri sendiri tapi kenapa engga dicoba buat tinggal di sini dulu? hehehehehe

denhaag5

Buitenhof Den Haag.

Komentar»

1. selvie - 05/02/2009

duuuuh… gw jd pngen skul di luar nieh. tapi maunya bareng2 tmen byar ga kesepian,,huehe

2. deapy - 05/02/2009

wehehehehehe ya udah sekolah aja disini,,,,,,,lah kalo sendirian kenapa? sini2 sekolah ke Den Haag,….kan ada aku ^_^ siap kok menemani dirimu biar ga kesepian hehehehehehehehe


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.